Cara Bisnis Properti Tetap Sukses & Bertahan Di Tengah Pandemi

Wulang mengatakan, pasar properti di Indonesia sudah mengalami perlambatan dalam 3-5 tahun terakhir. Namun, menurut dia, masa sulit saat ini justru merupakan waktu yang paling tepat untuk berinvestasi dalam produk properti. Terobosan ketiga adalah membebaskan konsumen dari biaya bank seperti provisi, administrasi, asuransi, Situs Judi Slot serta angsuran sebulan yang ditahan. Semua itu bisa dilakukan pengembang untuk menarik minat pasar, sehingga pembeli merasa harga tersebut menjadi lebih terjangkau. JAKARTA – JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah meruntuhkan sektor ekonomi Indonesia. Kondisi itu perlu disikapi serius oleh para pengembang Indonesia agar perusahaan mereka bisa bertahan.

Bisnis properti saat corona

Karena itu, Apersi optimistis penjualan perumahan di Bumi Blambangan bakal kembali naik di tahun 2021 ini. Jika penyewa/pembeli membutuhkan informasi lengkap terkait unit yang ingin dibeli/disewa, mereka bisa mendapatkannya di situs Jendela360. Penyewa/pembeli bisa menghubungi langsung customer support untuk lebih jelasnya. Dengan kata lain, momentum yang tepat bagi konsumen untuk memiliki properti. Semakin lama bekerja di rumah, bayangan akan rumah best juga semakin terbentuk. Beberapa orang juga akan beranggapan untuk memiliki rumah nyaman yang dapat mendukung pekerjaannya dari rumah.

Gubernur Ganjar mengatakan, sudah membentuk Satgas Oksigen untuk mengatasi persoalan kebutuhan oksigen rumah sakit di Jateng. BI terus mendorong masyarakat termasuk usaha mikro kecil menengah untuk beralih ke transaksi nontunai dengan QRis. BI Solo menilai dampak penerapan PPKM Darurat bersifat temporal sehingga tidak banyak memengaruhi perekonomian masyarakat.

Konsultan properti Colliers International Indonesia menilai penyebaran virus corona atau Covid-19 dalam negeri tidak menguntungkan beragam sektor. Optimisme akan bangkitnya pasar properti di masa pandemi Covid-19 ini muncul dari keyakinan pelaku pasar properti bahwa masa pandemi Covid-19 adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di dunia properti. Bangkitnya perekonomian nasional terus menyeruak di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dari sektor properti yang terkena dampak cukup parah di saat awal pademi. Dengan memberikan promo menarik dan keringanan pembayaran, investor akan semakin banyak membeli properti untuk investasi ke depannya.

Irfan Setiawan mengatakan usai covid-19, hunian yang menjadi prioritas para pembeli adalah hunian dengan protocol kesehatan yang baik. Menurutnya masyarakat berharap faktor terkait kesehatan perlu untuk ditambahkan sebagai benefit yang akan diterima ketika membeli hunian. Bahkan masyarakat akan mempertimbangkan properti di masa depan yang sebelumnya tidak berada dalam zona merah Covid-19. ‘’Maka, perlu dilakukan perubahan pola strategi pemasaran properti agar dengan kondisi saat ini tetap menjadi peluang yang menguntungkan. Sebab, pada kondisi sekarang ini banyak sekali proyek apartemen berhenti pelaksanaan pembangunannya dan secara langsung berakibat terlambat untuk serah terima,’’ jelasnya.