Terawang Prospek Bisnis Properti Saat New Regular Pandemi

Para pelaku bisnis sudah mulai melakukan penyesuaian konsep hunian dan strategi pemasaran yang tepat untuk kondisi saat ini. Andy Natanael dari DPP REI Pusat menyatakan bahwa penurunan harga properti sekunder tersebut dapat dimanfaatkan bagi masyarakat untuk berinvestasi dan membeli properti saat ini. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh developer ataupun agen actual estate untuk memasarkan produk sesuai dengan kebutuhan dan minat pasar.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Indonesia Property Watch, pergerakan penjualan perumahan saat ini sangat dipengaruhi penerapan kebijakan PSBB. Di saat terjadi pengetatan PSBB, pasar perumahan mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Ia pun menyambut baik peran serta perbankan, dalam hal ini PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk yang menggelar KPR BRI Virtual Expo di tengah pandemi. BRI sendiri melalui KPR BRI Virtual Expo memberikan berbagai penawaran untuk konsumen termasuk suku bunga mulai dari 3,76 persen untuk satu tahun hingga hadiah senilai Rp 3 juta.

Dengan uji klinis vaksin saat ini relatif sudah cukup efektif meskipun diperkirakan beberapa ahli masih akan disempurnakan ke depan. Lebih lanjut, Ali berujar, golongan masyarakat menengah sampai atas diperkirakan menjadi ‘penyelamat’ di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian saat ini. Industri properti nasional diperkirakan makin “terperosok” lebih dalam di jurang kelesuan. Perusahaan rintisan atau startup di bidang kuliner alias foodtech optimistis dapat mengubah tantangan PPKM Darurat menjadi peluang bisnis. Selama PPKM Darurat, dilakukan pembatasan kapasitas angkut moda transportasi udara menjadi 70 persen untuk penerapan prinsip jaga jarak. Namun di balik kesuksesan K-Pop dan drama Korea, ternyata game Togel HK on-line merupakan industri entertainment terbesar di Negeri Ginseng itu.

Bisnis properti saat corona

3D digital property diupdate melalui sejumlah platform media sosial perusahaan sehingga calon pembeli dapat langsung menjelajahi contoh produk, baik rumah contoh maupun desain ruangan yang ditawarkan. Sementara itu, Pengamat Properti Ali Tranghanda pun menyatakan, saat ini perlu adanya penyelamatan perusahaan pengembang dari kesulitan money circulate. Lalu, perlu ada ‘paksaan’ agar financial institution dapat menurunkan suku bunga KPR dan pinjaman. “Perlu insentif pajak-pajak pembelian properti khususnya untuk investor karena mereka yang relatif siap daya beli.

Selain itu, katanya, jika konsumen juga bisa berinvestasi pada properti untuk rumah kedua ini juga merupakan momen yang tepat mengingat sedang terjadi penurunan harga. Rumah tersebut nanti bisa disewakan, sehingga bisa mendapatkan pemasukan. Pejabat Asosiasi Nasional Agen Properti percaya pasar perumahan akan mulai tenang pada tahun 2022 dan harga rumah diprediksi tidak akan jatuh. Oleh karena itu, dia menyarakan para pengembang untuk menata kembali proyek-proyek yang cocok dengan kondisi pasar.

Secara umum, bisnis properti memiliki prospek cerah meski di tengah pandemi Covid-19. Webinar diikuti oleh alumni, mahasiswa, dan dosen Unpar dari berbagai bidang studi. Mayoritas merupakan alumni dan mahasiswa Fakultas Teknik Unpar yang tengah dan akan menggeluti bisnis properti dan konstruksi. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti, Hendro Gondokusumo menuturkan, sektor properti memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan sektor lainnya, menjadikan sektor ini memiliki peran sentral terhadap pembangunan. Menurut Sanny, jumlah pekerja tersebut masih ditambah dengan sektor informal di sekitar industri properti yang juga ikut terdampak seperti sewa kontrakan dan warung untuk para pekerja lapangan.

Ia menyadari bahwa Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sehingga berpotensi meringankan bunga cicilan KPR ke depannya, tetapi saat ini warga dinilai masih memiliki prioritas lain yang lebih mendesak dibandingkan membeli rumah. Saat ini sebenarnya banyak mereka yang belum memiliki rumah tertarik untuk membeli properti tetapi karena kondisi finansial belum memungkinkan mereka untuk mendorong melakukan pembelian itu. Dalam bidang perekonomian misalnya, pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona telah mengglobal mengakibatkan banyak sektor terkena imbasnya. Saat ini industri properti di warnai dengan keikutsertaan instansi pemasaran properti berbasis online. Dengan kemudahan yang diberikan oleh fitur-fitur aplikasi dan besarnya ukuran pasar dari jumlah pengguna aplikasi yang terpusat, membuat pemasaran properti berbasis online semakin bersaing dengan pemasar properti konvensional. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–-Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Paulus Totok Lusida mengatakan pandemi memang berdampak kepada sektor properti namum masih terdapat peluang besar.

Bahkan, merupakan tingkat penjualan terendah sejak siklus properti mengalami perlambatan di tahun 2013. Melihat potensi emas di bisnis properti saat pandemi ini, tentunya Anda harus memilih hunian yang tepat untuk investasi atau tinggali. Konsumen bisa langsung melihat berbagai penawaran hunian rumah melalui kprbrivirtual.com. Penawaran yang diberikan BRI melalui KPR BRI Virtual Expo ini antara lain suku bunga mulai dari three,76 persen untuk satu tahun hingga hadiah senilai Rp 3 juta. “Mulai bangkit itu kuartal IV 2020, pada saat pemerintah mulai aktif memberikan insentif, suku bunga turun, vaksin juga sudah dibicarakan. Jadi semua hal itu mulai meningkatkan animo untuk membeli properti,” sambungnya.